Wednesday, November 12, 2008

credit to : mangkuk tandas 2 tingkat 'coz dia yg 'paksa' wujudkan balik blog nie.. dia yg beriya-iya ubah layout page nie..

p/s : ucapan ini dibuat pun atas paksaan dia..

experimental picture 1




mungkin kah atau kebetulan ??

mungkin kah atau kebetulan ??

kadang2 biler bende mcm nie tetibe berlaku dalam hidup aku , wat aku tak senang duduk.. asyik teringat jer… mungkin kah memang berlaku ?? mungkin kah akan berlaku ?? atau semua nie hanya kebetulan.. hanya salah satu imaginasi aku yang tak maksud akal tapi aku sering anggap bnda tue betul.. kebetulan ke smua ini ?? semua nya sama.. setiap satu yang aku lihat , semua nya sama.. mungkin memang kebetulan sama.. tapi kenapa mesti 99% same ?? kadang2 biler bayangan yang aku cuba gapai jadi kenyataan, aku xdapat kenal mana satu angan mana satu realiti sampai aku terlepas yang realiti ..aku kejar angan2 sampai aku rase takut nak kehilangan angan2 sedangkan realitinya lain dari angan..

tapi kenapa mesti ade kebetulan ?? kenapa sekarang baru aku sedar yang wujudnya kebetulan itu sedangkan memang da lama bnde tue ade.. ?? mungkinkah aku yg tak pernah nak perasan atau mungkinkah memang aku tak nampak yang sebenar2 nya.. ??

mungkin kah ini dejavu yang sememang nya kebetulan akan @ telah berlaku ??

KEBIASAAN ITU MEMBUNUH KITA

bila sesuatu yg sudah menjadi kebiasaan itu ada dalam hati kita , terlalu susah kita nak membuang nya.. orang lain mungkin tak akan faham keadaan kita ..mereka tak akan faham hati kita.. betapa kita terseksa melawan suatu kebiasaan itu… sakit bila kita cuba tipu diri kita sendiri semata-mata nak membuang kebiasaan itu… adilkah kita buat macam tu untuk diri kita ?? sangat perit bila kebiasaan itu memakan diri kita sendiri… andai kita tak perlu berhadapan dengan kebiasaan itu, macam mana keadaan kita ?? macam mana perasaan kita sekarang nie ?? kebiasaan itu memang membunuh kita.. dan kebiasaan itu memang menyiksa hati kita…

MAMPUKAH KITA.??

Sebagai seorang kawan untuk kawan,

Mampukah kita minta maaf bila kita menipu kawan kerana hendak menjaga maruah kita??

Mampukah kita minta maaf setiap kali kita bertemu dan berpisah dengan mereka ???

Mampukah kita minta maaf atas setiap perkataan yang kita tak sangka ia mengecewakan mereka ??

Mampukah kita minta maaf bila kita tak mampu menemani mereka kerana kita menjaga kepentingan orang lain ??

Sebagai anak untuk keluarga,

Mampukah kita minta maaf bila kita telah mensia2 kan harapan yang diberikan kepada kita??

Mampukah kita minta maaf bila kita mengecewakan hati mereka tanpa sedar ??

Mampukah kita minta maaf atas setiap titis air mata yang ditangisi kerana kita tanpa kita tahu ??

Mampukah kita minta maaf atas setiap pergerakan kita yang mampu membuat mereka sedih ??

Sebagai hambaNYA untuk Yang Esa,

Mampukah kita minta maaf pada setiap dosa yang kita telah buat ??

Mampukah kita minta maaf atas setiap kejahatan yang terdetik walau sesaat di hati kita ??

Mampukah kita minta maaf bila kita membuat setiap kemungkaran atas desakan atau keperluan orang lain ??

Mampukah kita minta maaf bila tak mampu tunaikan wasiat dan amanah dari Nabi Muhammad S.A.W ??

Sebagai diri sendiri kepada diri kita,

Mampukah kita minta maaf bila kita buat salah yang makan diri kita sendiri ??

Mampukah kita minta bila kita menghancurkan harapan yang kita buat bila kita mengorbankan sesuatu ??

Mampukah kita minta maaf bila kita tersilap percaturan masa dan perasaan ??

Mampukah kita minta maaf bila tak mampu berdiri untuk jadi diri sendiri ??

Mampukah kita ??
SENDIRI
Hidupnya tambah sepi, tambah hampa
Malam apa lagi
Ia memekik ngeri
Dicekik kesunyian kamarnya
Ia membenci. Dirinya dari segala
Yang minta perempuan untuk kawannya
Bahaya dari tiap sudut. Mendekat juga
Dalam ketakukan-menanti ia menyebut satu nama
Terkejut ia terduduk. Siapa memanggil itu?
Ah! Lemah lesu ia tersedu: Ibu! Ibu!
Februari 1943
-------------------------------------------------------------------------------

AKU


Kalau sampai waktuku
'Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi

------------------------------------------------------------------------------------
DOA

Tuhanku


dalam termangu


aku masih menyebut namaMu


biar susah sungguh


mengingat Kau penuh seluruh


cayaMu panas suci


tinggal kerdip lilin di kelam sunyi


Tuhanku


aku hilang bentuk


remuk

Tuhanku


aku mengembara di negeri asing


Tuhanku


di pintuMu aku mngetuk


aku tidak bisa berpaling

-cairil anwar-

untitled

dulu..
aku memang selalu post kat sini..
tapi..
aku delete semua post tue..
sebab : tak mahu cakap..

sekarang,
ape yg aku post nie hampir sama la dengan yang aku post kat blog friendster..
saja nak menempek balik kat sini..
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...